Download gratis audio ruqyah >>klik disini. Download gratis ebook tutorial ruqyah >>klik disini. Daftar peruqyah syar'iyah se-indonesia >>klik disini. Herbal penunjang terapi ruqyah >>herbal.belajarruqyah.com. Buku panduan ruqyah >>klik disini. Channel telegram kami >>t.me/belajarruqyahcom. Instagram kami >>instagram.com/belajarruqyah.

Langkah Syaitan Untuk Mengalahkan Manusia Menurut Imam Ibnul Qayim

Langkah Syaitan Untuk Mengalahkan Manusia Menurut Imam Ibnul Qayim

Syaitan selalu memantau kehidupan manusia dan mencari kesempatan untuk menjerumuskan manusia masuk ke dalam golongannya. Mengutip dari Syaikh Ibnu Qayyim al Jauziyyah, Syaikh Wahid merinci enam langkah yang ditempuh syaitan dalam menjerumuskan manusia.

1. Menjerumuskan pada kekufuran dan kesyirikan

Mengajak manusia menuju kekufuran dan kesyirikan, memusuhi Allah dan RasulNya, sehingga ia menjadi propagandis dan tentara iblis. Inilah tujuan utama iblis dan pengikutnya, karena dengannya seseorang akan kekal diadzab dalam neraka jahanan.

Dari Abdullah berkata :
“Ketika turun ayat : “Orang yang beriman dan tidak mencampuradukan iman mereka dengan kedzaliman”. Para sahabat Rasulullah Shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bertanya : “siapakah diantara kami yang tidak berbuat dzalim? Maka Allah menurunkan firmanNya : “Sesungguhkan kesyirikan adalah kedzaliman yang besar” (HR. Bukhari)

2. Menjerumuskan pada amalan bid’ah

Bukan hal mudah bagi syaitan menjerumuskan ahli ibadah ke dalam kesyirikan. Syaitan pun mengambil langkah menggiring ahli ibadah untuk melakukan ibadah yang mengandung unsur-unsur bid’ah. Amalan bid’ah semisal puasa mutih dan yang semisalnya, membawa nama ibadah, padahal akibatnya justru merusak ibadah dari dalam.

Yang lebih berbahaya, apabila bid’ah ini dilakukan oleh orang yang terpandang, sehingga bisa menjerumuskan orang lain ke dalam amalan-amalan bid’ah.

‎وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
“Dan semua perkara yang baru adalah bid’ah dan seluruh bid’ah adalah kesesatan dan seluruh kesesatan di neraka” (HR An-Nasaai no 1578).

3. Menjerumuskan pada dosa besar

Apabila syaitan gagal, ia akan mengajak manusia untuk melakukan dosa besar. Misalnya dengan mendorong manusia dengan bisikan-bisikannya bahwa dosa besar tersebut tidak diketahui orang lain. Dan dalam kondisi lain, syaitan akan menjerumuskannya ke dalam dosa besar yang diketahui khalayak. Diantara dosa besar adalah durhaka kepada orang tua, membunuh, sumpah palsu, dan lain-lain.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam bersabda:
‎أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ . أو قال : وشهادةُ الزورِ
“dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu” (HR. Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik).

4. Menjerumuskan pada dosa kecil

Apabila syaitan gagal melakukan 3 point di atas, maka ia akan mendorong manusia untuk melakukan dosa kecil. Sebab dengan melakukan dosa kecil, manusia akan mudah dibawa untuk terus menumpuk dosa, berujung pada dosa besar.

Dari Anas Radhiyallahu anhu mengatakan :
‎“إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian benar-benar melakukan perbuatan-perbuatan yang di mata kalian lebih tipis daripada rambut, tetapi kami di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menganggapnya sebagai dosa-dosa yang membinasakan". (HR. Bukhari)

5. Menyibukkan hambaNya dengan amalan mubah

Apabila syaitan kembali menemui kegagalan, ia akan menyibukkan ahli ibadah dengan hal-hal yang mubah, sehingga meninggalkan hal-hal yang berfaidah. Dengan cara ini, syaitan membuat ahli ibadah meninggalkan banyak hal bermanfaat dan secara bertahap akan meninggalkan kewajiban tanpa sadar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‎نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

6. Menyibukkan hambaNya dengan meninggalkan keutamaan

Apabila syaitan gagal dengan lima langkah di atas, syaitan akan berusaha mengelabuhi manusia agar meninggalkan amalan yang lebih utama.


Sumber : “Menyingkap Jin dan Dukun Hitam-Putih di Indonesia”
Belajar Ruqyah
Belajar Ruqyah

Previous
Next Post »

Komentar anda akan di moderasi dulu oleh admin, terima kasih.
EmoticonEmoticon