Download gratis audio ruqyah >>klik disini. Download gratis ebook tutorial ruqyah >>klik disini. Daftar peruqyah syar'iyah se-indonesia >>klik disini. Herbal penunjang terapi ruqyah >>herbal.belajarruqyah.com. Channel telegram kami >>t.me/belajarruqyahcom. Instagram kami >>instagram.com/belajarruqyah.

PENJELASAN TERKAIT 'AIN DAN HASAD (BAGIAN 3)


SERIAL PENJELASAN TERKAIT PERMASALAHAN 'AIN DAN HASAD


Pembahasan ke 5
Apakah Pengaruh 'Ain Terbatas Hanya Pada Manusia Saja ?

Pengaruh 'ain tidak terbatas hanya kepada manusia, terkadang pengaruhnya menimpa kepada selain manusia, yaitu kepada hewan, benda mati dan ini sudah ditegaskan oleh dalil-dalil hadits dan diterangkan pula oleh para ahli ilmu, dan dukungan banyak riwayat, serta kejadian dan peristiwa yang saya alami (Syaikh Abu Al Barra') yang tidak bisa terhitung banyaknya.

Sehubungan dalil yang ditetapkan hadits Sahl bin Umamah bin Hinaif Radhiyallahu 'Anhu beliau berkata : Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wassalam berkata : "Apabila salah seorang kalian melihat sesuatu yang membuat takjub dari saudaranya, atau dari dirinya atau dari hartanya maka ucapkanlah untuknya doa keberkahan, sesungguhnya 'ain itu benar adanya." (Shahihul Jami' : 556)

Syaikh 'Athiyah Muhammad Salim berkata : Terkadang 'ain menimpa kepada selain manusia, yaitu kepada hewan dan benda mati" (Al-'ain wa ar-Ruqyah wal Istisyfa' Minal Qur'an : 15)


Pembahasan ke 6
Sebab-sebab Muncul 'Ain Dan Hasad

Kami dapati sebab-sebab utama yang dapat memicu timbul kedengkian diantaranya adalah :

1. Permusuhan, kebencian dan dendam.

2. Keburukan sebagian jiwa manusia.

3. Ambisi jabatan dan popularitas.

4. Kesombongan terjadi kadang karena dua hal :
Pertama : Sebagian persaingannya itu dalam hal harta atau kekuasaan, sehingga dia khawatir berlaku sombong padanya dan tidak mampu berbuat sombong.
Kedua : Orang yang terkena penyakit sombong itu berada di bawahnya, sehingga tidak mampu melampaui atau menyamainya.

5. Takut tidak tercapai tujuannya.
Asal muasal dari takut tidak tercapai tujuannya adalah persaingan untuk mendapatkan satu target duniawi. Yang seperti ini banyak terjadi diantara teman sebaya, saudara, dan antar kerabat. Contohnya adalah hasad saudara-saudara Nabi Yusuf 'Alaihissalam karena keberuntungan beliau lebih dicintai bapaknya. Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam Al Qur'an surat Yusuf ayat 8 :

*اِذْ قَالُوْا لَيُوْسُفُ وَاَخُوْهُ اَحَبُّ اِلٰۤى اَبِيْنَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ ۗ اِنَّ اَبَانَا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنِ*

"Ketika mereka berkata, Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata,"
(QS. Yusuf: 8)

Dikutip dan ditulis ulang oleh : Aguslim R Koto

Sumber :
الدرر البهية في بعض مسا ء نل الر قيه الشر عيه

ابو البراء أسامة بن ياسين المعاني
Syaikh Abu Al Barra Usamah Bin
Yasin Al-Ma'ani
Belajar Ruqyah
Belajar Ruqyah

Previous
Next Post »

Komentar anda akan di moderasi dulu oleh admin, terima kasih.
EmoticonEmoticon