Toko Belajar Ruqyah, menyediakan berbagai kebutuhan ruqyah syar'iyah, seperti cd, vcd dan buku panduan ruqyah, serta herbal terapi ruqyah. Info klik disini.

Ibadah-Ibadah Yang Terdapat Pada BULAN DZULHIJJAH Sesuai Sunnah

Ibadah-Ibadah Yang Terdapat Pada BULAN DZULHIJJAH

Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, shahabat dan orangorang yang mengikutinya, amma ba'ad.

Sesungguhnya diantara nikmat dari Allah Jalla Jalaluh atas segenap hamba-Nya adalah menjadikan bagi para hamba- Nya musim-musim ibadah, yang denganya mereka mengejar apa yang tidak mereka dapatkan dan menyempurnakan kekurangan dalam ibadah, dan diantara hal yang paling mulia dan agung dari musim-musim tersebut adalah: 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah.

Keutamaan Sepuluh Hari Bulan Dzulhijjah:

1. Allah Jalla Jalaluh bersumpah dengan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah dalam firman-Nya: "Demi waktu fajar, dan demi malam yang ke sepuluh" [al-Fajr 1-2], Ibnu Katsir berkata: Maksud darimalam yang ke sepuluh adalah 10 Dzulhijjah sebagaimana pendapat Ibnu Abbas, Ibnu az- Zubair, Mujahid dan generasi salaf serta khalaf lainnya.“ (Tafsir al-Quran al-Azhim). Yang Mahasuci dan Maha Benar tidak bersumpah kecuali dengan suatu urusan yang agung. Ibnul Qayyim berkata: "Waktu-waktu yang didalamnya mencakup amalan-amalan seperti ini maka pantas bagi Rabb -azza wa jalla- bersumpah dengannya". [at-Tibyan].

2. Nabi Shalallahu alaihi wa Sallam menjelaskan bahwasanya 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah lebih utama pada harihari dunia lainnya, dan sesungguhnya amal shalih yang dilakukan didalamnya lebih utama dan setiap amal shalih yang dilakukan diselainnya, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu dari Nabi Shaulallahu alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda: (Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini [yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah]). Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah? Nabi shallallaahu alaihi wasallam menjawab: (Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun ia tidak kembali lagi [gugur]) (HR.Bukhari).

3. Dalam sepuluh hari ini terdapat satu hari yang sangat agung di sisi Allah, yaitu Hari Arafah, hari yang dipersaksikan, Pada hari ini Allah telah menyempurnakan Dien ini, dan berpuasa didalamnya dapat menghapus dosa 2 tahun, dari Abu Qatadah al-Anshari Radhiallahu anhu beliau berkata: Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda: Aku mengharap kepada Allah agar puasa di Hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang. (HR. Muslim).

4. Di sepuluh hari ini terdapat hari berkurban, yang mana ia merupakan hari yang paling agung dalam setahun secara mutlak, hari yang terdapat di dalamnya Haji Akbar, yang berkumpul di dalamnya seluruh jenis ketaatan dan ibadah, yang tidak berkumpul di selainhari tersebut, Ibn Hajar berkata: "Yang menyebabkan diutamakannya 10 hari pertama Dzhulhijjah adalah berkumpulnya semua pokok ibadah didalamnya yaitu Shalat, puasa, sedekah, dan haji, Dan itu tidak terjadi di waktu selainnya”. [Fathul Bari], berkata Ibnul Qayyim: "Sepuluh hari Dzulhijjah hanya diutamakan karena hari-harinya; karena didalamnya terdapat hari Qurban , hari Arafah dan hari Tarwiyah" [Zaadul Ma'ad].

Urgensi di Sepuluh Hari Bulan Dzulhijjah:

Sesungguhnya mendapati 10 hari ini adalah benar-benar merupakan kenikmatan agung yang Allah berikan kepada hamba. Tidak akan mampu meraihnya selain hamba-hamba Allah yang sungguh-sungguh, maka wajib bagi tiap muslim untuk berupaya mengetahui nikmat ini dan sepenuhnya menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Sungguh para salaf terdahulu sangatlah bersungguh-sungguh dalam ibadah di hari-hari ini (Dzulhijjah) yang mereka tidak lakukan itu di hari-hari lainnya, sebagaimana yang telah tertera dalam harumnya perjalanan hidup mereka.

Amalan-amalan yang hendaknya setiap muslim tamak untuk mengerjakannya di hari-hari ini sangat banyak ragamnya, seperti jihad Fie Sabiilillah, membaca al-Qur'an, melazimi shalat berjamaah di masjid, berbakti kepada ibu bapak, silaturahim, berbuat baik kepada tetangga, mendamaikan orang yang berselisih, memuliakan tamu, infaq di jalan Allah, mengunjungi orang sakit… dsb. Namun disana terdapat amal-amal tertentu yang memang dikhususkan di hari-hari ini, yaitu :

1. Memperbanyak Dzikir:

Allah berfirman: {Dan sebutlah nama Allah, di hari-hari yang telah di tentukan}. (al-Hajj: 28), Ibn Rajab berkata: Jumhur para ulama berpendapat bahwasanya hari-hari yang telah di tentukan ini adalah: 10 hari di Bulan Dzulhijjah. (al-Lathaif).

Untuk itu Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam menganjurkan pada kaum muslimin untuk memperbanyak mengucap tahlil (Laa Ilaaha illa Allah), takbir (Allahu Akbar) dan tahmid (Alhamdulillah), sebagaimana sabda beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam : (Tiada suatu hari apapun yang amalan pada hari itu lebih agung di sisi Allah dan tidak pula lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari (awal Dzulhijjah) ini, untuk itu perbanyaklah tasbih, takbir, tahmid dan tahlil).. (Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya).

Bukhari mengatakan dalam shahihnya: “Adalah Umar Radhiyallahu 'anhu bertakbir di kemahnya yang berada di Mina lalu penduduk masjid mendengarnya, kemudian mereka bertakbir, begitu juga orang-orang yang di pasar bertakbir sehingga tanah Mina bergema suara takbir”, dan Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu juga bertakbir di Mina pada hari-hari itu, seusai shalat fardhu, diatas kudanya, di dalam tenda, baik duduk maupun berjalan, pada hari itu seluruhnya”.

Jadi, diantara amal yang paling dikhususkan lagi disunnahkan di hari-hari ini adalah takbir, para lelaki mengeraskannya dan untuk para wanita merendahkan suaranya.

Dan takbir itu ada 2: Takbir mutlak dan muqayyad, adapun Takbir mutlak yaitu di setiap waktu dari awal tanggal 10 sampai akhir hari-hari tasyrik. Takbir muqayyad yaitu terikat setelah shalat lima waktu (sesudah salam dari shalat fardhu). Dimulai dari subuh pada hari Arafah -untuk yang tidak berhaji- sampai ashar pada akhir hari-hari Tasyrik, sebagaimana disebutkan oleh sebagian sahabat. Sedangkan bagi yang berhaji dimulai ketika melempar jumrah Aqabah pada hari Ied. Adapun lafazh takbir, yaitu: Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil Hamd.

2. Berpuasa:

Disunnahkan bagi seorang muslim untuk berpuasa 9 hari di Bulan Dzulhijjah (sembilan hari penuh atau semampunya) dari Hunaidah bin Khalid dari istrinya, ia berkata: Telah bercerita kepadaku sebagian istri-istri Nabi, bahwasanya beliau berpuasa 9 hari di Bulan Dzulhijjah, Hari Asyura, dan 3 hari pada setiap bulan. (Shahih, diriwayatkan oleh an-Nasai).

Mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa 9 hari di bulan Dzulhijjah hukumnya sunnah mustahabbah (sangat dianjurkan) [Syarh Shahih Muslim oleh Imam Nawawi].

3. Menyembelih hewan kurban:

Di antara amalan-amalan pada 10 Dzulhijjah yaitu mendekatkan diri pada Allah dengan menyembelih hewan qurban. Menyembelih hewan qurban hukumnya sunnah muakkad menurut mayoritas ahli fikih. Maka muslim yang mampu semestinya tidak mengabaikannya, karena Rasulullah SAW selalu melakukannya, begitu pula para sahabat radhiyallahu 'anhum setelahnya.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah SAW tinggal di Madinah selama 10 tahun selalu menyembelih kurban”. (HR. Tirmidzi dan haditsnya hasan).

Ibnu Qayyim berkata: "Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan kurban." [Zadul Ma'ad]

4. Haji dan Umrah:

Sesungguhnya salah satu amal yang paling utama dilakukan seorang hamba pada 10 Dzulhijjah yang diberkahi ini adalah haji ke Baitullah al-Haram bagi yang mampu. Maka barangsiapa diberi kelapangan oleh Allah Ta'ala untuk berhaji ke Baitullah dan melaksanakan ibadah sebagaimana yang seharusnya, maka baginya pahala berdasarkan sabda Nabi-Nya Shalallahu 'alaihi wasallam. : (Dari satu umrah ke umrah yang lain menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga). [Muttafaq 'alaih]

Kita berdoa pada Allah ta'ala agar memberi kemampuan pada mujahidin Daulah Islamiyyah (untuk melaksanakan haji dan umrah), agar Dia bebaskan penduduk Makkah dan Madinah dari thaghut Alu Salul, -semoga Allah menghinakan mereka-. dan agar kita diberikan karunia haji dan umrah di bawah naungan hukum syariat.

Tambahan Penting

Seseorang telah bertanya : bagaimana kita mengkompromikan antara hadits Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam yang mengutamakan amalan-amalan di 10 hari Dzulhijjah atas seluruh amal, namun banyak hadits mutawatir yang menetapkan keutamaan jihad fi sabilillah atas seluruh amal dan menjadikannya sebagai puncak kemuliaan islam, sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Rasul SAW ditanya dalam hadits ini, amalan apa yang paling utama? Maka Rasul menjawab: (Iman kepada Allah dan Rasul-Nya) Kemudian apa? Rasul berkata: (Jihad fi sabilillah). [Muttafaq 'alaih]

Untuk mengkompromikan nash-nash ini, berkatalah pengarang Faidhul Bari: "Semua ini berlaku jika jihad belum menjadi wajib, maka sesungguhnya perkataan ini menyangkut keutamaan dan bukan terkait amalan fardhu”. Ibnu Rajab berkata: "Amalan fardhu pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dari amalan fardhu di bulan lainnya dan amalan sunnahhnya lebih utama dari amalan sunnah di bulan lainnya, sedangkan amalan sunnah pada 10 hari bulan Dzulhijjah tidak lebih utama dari amalan fardhu pada selain hari itu. Maka puasa 10 hari pada bulan Ramadhan lebih utama dari puasa 10 hari di bulan Dzulhijjah karena yang wajib lebih utama dari yang sunnah". [Fathul Bari]

Dan tidak perlu ditentukan lagi bagi ahlu ilmi, bahwa jihad - walaupun jihad ofensif - adalah ketaatan yang paling utama, tidak ada yang dapat mengimbanginya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Ulama bersepakat -dalam hal yang diketahui- bahwa tidak ada sesuatupun dalam ketaatan yang lebih utama dari jihad, dan jihad itu lebih utama dari haji [Tathawu'] , lebih utama dari puasa tathawu' (Sunna) dan lebih utama dari shalat tathawu' (Sunnah)". [Majmu' Fatawa]

Maka bagaimana jika jihadnya menjadi jihad defensif dan menjadi fardhu 'ain atas setiap muslim sebagaimana sekarang ini? Maka berkatalah Ibnu Taimiyah tentang jihad defensif melawan pasukan Mongol: “Demi Allah, bahkan jika golongan as-sabiqûnal awwalûn dari muhajirin dan anshar seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ada pada zaman ini maka pastilah amalan terbaik mereka adalah memerangi orang-orang yang berdosa itu". [Majmu' Fatawa]

Maka demikian, jikad jihad menjadi fardhu 'ain (sebagaimana dalam jihad defensif) ia lebih utama dari semua ibadah (baik yang wajib maupun mustahab /sunnah) dan jika jihad berstatus fardhu kifayah (sebagaimana dalam jihad ofensif) dan itu terjadi pada 10 Dzulhijjah maka ia lebih utama dari setiap ibadah tathawwu' yang dilakukan seorang hamba secara mutlak.

Akhi Muslim,
Maka gunakanlah waktu yang sangat agung ini wahai kaum muslimin, demi Allah itu semua tidak ternilai harganya, bersegeralah untuk beramal, dan segerakan sebelum ajal menjemput. Hari ini, adalah amal tanpa hisab (perhitungan), dan besok adalah perhitungan tanpa amal.

Ya Allah panjangkanlah umur kami sampai 10 hari di bulan Dzulhijjah, dan tolonglah kami pada hari itu agar tetap mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan memperbaiki ibadah pada-Mu.

Maktabah Al-Himmah
Belajar Ruqyah
Belajar Ruqyah

Previous
Next Post »

Komentar anda akan di moderasi dulu oleh admin, terima kasih.
EmoticonEmoticon