Toko Belajar Ruqyah, menyediakan berbagai kebutuhan ruqyah syar'iyah, seperti cd, vcd dan buku panduan ruqyah, serta herbal terapi ruqyah. Info klik disini.

Ibu Ini Terkena 'Ain Karena Dipuji Bisa Menyusui 2 Bayi

'AIN ITU NYATA IBU²
Penulis : Bunda Wasiyati Marhami

Digelapnya subuh terdengar suara bayi menangis pelan.

"Assalamu'alaikum", suara bapak2 memberi salam depan pintu rumah.

"Wa'alaikumussalam, ada yang bisa saya bantu pak?"

"Saya mau nitip anak saya Bu, istri saya drop. Sekarang mau saya bawa ke RS, besar kemungkinan nanti bakalan diopname. Saudara jauh2."

"Baik pak, ngga papa debay disini aja, yang jadi masalah asupannya bagaimana? Si dede biasa pake ASI, kalau langsung ganti susu formula pasti nolak."

"Terserah ibu bagaimana baiknya, saya juga ngga ngerti."

"Bagaimana kalau saya jadikan anak susu. Bapak ijinkan?"

"Ya sudah silakan bu, tidak mengapa. Terima kasih bu."

---------------

Berdasarkan buku2 yang pernah kubaca, bahwa produksi ASI sesuai yang dibutuhkan. Walhamdulillah acara menyusui 2 bayi lancar. Anakku yg usianya kurleb 6 bulan dan anak si bapak tadi yg seusia bayiku juga.

Suatu hari...datanglah tetangga main ke rumah. Dia takjub karena aku bisa menyusui 2 bayi.

"Waah, si ibu ini hebat ya, bisa nyusuin 2 bayi, ngga kurang ASI nya. Saya 1 bayi aja kurang bu."

Dengan entengnya kujawab, "kita pede aja bunda."

(Maksud hati, klo kita pede ASI kita cukup, tentu ASI kita akan cukup juga)

Ngga lama, bunda pulang.

--------------

Berdiri di dapur, mau nyiapin Mp-ASI, tiba2 badan terasa lemas, tak kuat berdiri.

Duduk lemas, kaki selonjor ke depan, kepala disandarkan di kulkas, serasa darahku berhenti mengalir. Kepala untuk sekedar menengokpun tak bisa. Hanya bisa memandang lurus ke depan.

Kupanggil suami yang alhamdulillah sedang ada di rumah.

"Abang, tolong bikinin aku air madu dong, ko aku lemes banget."

Ku minum air madu. Tangan sudah tak kuat untuk memegang gelas. Lalu ku minum segelas air madu. Belum ada perubahan. Ku minum lagi segelas.

Ngga ada perubahan juga, dan semakin melemah. Ku kuatkan jiwaku. Ku baca al fatihah, al mu'awidzatain, ayat kursi. Ku resapi maknanya. Aku betul2 minta perlindungan dari segala macam keburukan dan kejahatan.

Dan ternyata terus semakin melemah, sangat lemah. Yaa Hayyu Ya Qoyyuum...Ya Dzal Jalaali wal Ikrom...Ya Rohman Ya Rohiim....Ya Qowiyyu Ya Aziiz... terus aku berusaha meminta pertolongan kepada Allah dengan menyebut asmaNya yang husna.

Seakan yang berfungsi hanya tinggal akalku saja. jasadku sudah tak berdaya dan tak berkekuatan.

Sekitar setengah jam-an terus berusaha membaca ayat2 Al Qur'an yg isinya ttg perlindungan dari segala keburukan.

"Abang, aku dah ngga kuat. Tolong bawa aku ke Rumah Sakit. Bayi titipin ke tetangga dulu."

Tapi berpikir lagi, bagaimana bawanya. Untuk merubah posisipun aku dah ngga bisa. Mau pakai baju panjangpun sangat sulit. Kalaupun harus diangkat harus tetap dengan posisiku saat ini, duduk selonjor.

Ya Allah...berilah petunjukMu, pertolonganMu...

Terlintas....'AIN.

--- Bunda --- yaa...ucapan bunda tadi.

"Abang, tolong ambil segelas air minum, Abang pergi ke rumah bunda, bunda suruh minum ya.. tapi jangan dihabisin, sisain buat aku."

Abang kembali... dan bunda menyusul.

Langsung aku minum sisa bunda minum.

Maa syaa Allah...serasa darahku mengalir lagi... Laa quwwata illa billaah.

Apakah aku terkena 'ain? Pikirku.

Bismillah aku usaha dulu dengan penyembuhan terhadap 'ain dengan mengikuti petujuk Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.

"Abang, tolong siapkan air dibaskom. Bunda,,,tolong wudhu yaa...pakai air yg dibaskom. Basuh muka, tangan, kepala dan kakinya di atas baskomnya yaa,,,bekas kumur2nya pun buang di baskomnya aja."

Bunda selesai wudhu...

"Abang tolong siramkan ke kepalaku air bekas wudhu bunda."

Setelah itu...Maa syaa Allah...Laa quwwata illa billah...tenagaku bertambah pulih. Kucoba berdiri. Aku bisa.

Lalu kusiramkan sisa air wudhu tadi ke seluruh tubuhku.

Saat itu juga tenagaku pulih. Aku bisa berjalan.

Bunda langsung memelukku..."maafin aku ya bu...aku ngga tau apa yg terjadi sama ibu, apakah semua ini karena salahku?"

"Ngga papa bunda, semua terjadi atas takdirNya. Bunda ingat ngga...tadi pagi bunda memuji saya....takjub saya bisa menyusui 2 bayi. Bunda tidak mengucapkan,

"MAA SYAA ALLAH, ibu bisa menyusui 2 bayi."

Atau

"BAAROKALLOH, ibu bisa menyusui 2 bayi."

Sayapun lupa,,,dengan entengnya kujawab,, pede aja bunda. Kita lupa seharusnya kembalikan semua pujian adalah milik Allah. Kekuatan saya menyusui 2 bayipun karena Allah."

"Ooo,,,begitu. Saya ngga tau bu. Jadi..kalo kita memuji apalagi takjub kpd seseorang kemudian tidak mengucapkan baarokalloh atau maa syaa Allaah bahaya yaa..."

"Ya...bahaya. Karena bisa menyebabkan 'ain."

"Saya baru tahu bu..."

"Tapi pengaruh 'ainpun berbeda2. Akan tetapi semuanya terjadi atas takdirNya. Apakah bunda pernah memperhatikan, kalau ada anak kecil dipuji...." Waaahh, anaknya gendut yaa...." terkadang malamnya sakit. Panas atau diare atau apa aja."

"Iya ya betul bu....ooo..itu 'AIN namanya. Berarti kalau kita mau muji anak,,,kita bilang --- maa syaa Allah anak ibu gendut yaa.... , anak itu ngga akan terkena 'ain. Begitu ya bu?"

"Betul bunda, Insya Allah ngga akan terkena 'ain. Karena kita mengembalikan kesehatan, kekuatan, dan semua kebaikan yang ada pada anak tsb kepada Allah."

"Ko cara ibu menyembuhkan 'ain dengan cara tadi?"

"Oo...iya ...karena 'ain pernah terjadi pada sahabat Nabi kita, dan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam memberi petunjuk cara menyembuhkan 'ain seperti yang tadi kita lakukan."

"Ooo..gitu."

"Kalau mau baca2 tentang 'ain bisa lihat di google, banyak ko. Kalau mau dengerin ceramahnya langsung ada Ustadz Muhammad Arifin Badri membahas dengan sangat detail."

"Ooo....gitu. Nanti saya cari bu di google."

----------------------------oo0oo-----------------------------

Penyakit ‘Ain, Sebab, Pencegahan dan Terapinya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penyakit ‘ain, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

والعين نظر باستحسان مشوب بحسد من خبيث الطبع يحصل للمنظور منه ضرر

“Dan ‘ain itu adalah pandangan suka disertai hasad yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang itu tertimpa suatu bahaya.” [Fathul Bari, 10/200]

Penyakit ‘ain adalah sesuatu yang benar-benar ada secara hakiki. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْعَيْنُ حَق وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

“’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

Beberapa Faidah:

1) Apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan, BaarokaLlaahu fiyk: Semoga Allah memberkahimu), inilah cara untuk mencegah penyakit ‘ain. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيه ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dari saudaranya, atau melihat diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuk saudaranya tersebut, karena sesungguhnya penyakit ‘ain benar-benar ada.” [HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amir, Ash-Shahihah, no. 2572]

2) Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma di atas menjelaskan kepada kita salah satu cara untuk mengobati penyakit ‘ain adalah dengan meminta kepada orang yang memandang untuk mandi, kemudian bekas air mandinya disiramkan kepada orang yang dipandangnya. Adapun bagaimana tata caranya, dijelaskan dalam hadits berikut,

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، قَالَ : مَرَّ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ بِسَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، وَهُوَ يَغْتَسِلُ فَقَالَ : لَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ ، وَلاَ جِلْدَ مُخَبَّأَةٍ فَمَا لَبِثَ أَنْ لُبِطَ بِهِ ، فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ : أَدْرِكْ سَهْلاً صَرِيعًا ، قَالَ مَنْ تَتَّهِمُونَ بِهِ قَالُوا عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ ، قَالَ : عَلاَمَ يَقْتُلُ أَحَدُكُم أَخَاهُ ، إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ ، فَأَمَرَ عَامِرًا أَنْ يَتَوَضَّأَ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ، وَرُكْبَتَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ ، وَأَمَرَهُ أَنْ يَصُبَّ عَلَيْهِ.

قَالَ سُفْيَانُ : قَالَ مَعْمَرٌ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ : وَأَمَرَهُ أَنْ يَكْفَأَ الإِنَاءَ مِنْ خَلْفِهِ.

“Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, ia berkata: Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif ketika ia sedang mandi, lalu Amir berkata: Aku tidak melihat seperti hari ini; kulit yang lebih mirip (keindahannya) dengan kulit wanita yang dipingit, maka tidak berapa lama kemudian Sahl terjatuh, lalu beliau dibawa kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, seraya dikatakan: “Selamatkanlah Sahl yang sedang terbaring sakit.” Beliau bersabda: “Siapa yang kalian curigai telah menyebabkan ini?” Mereka berkata: “Amir bin Rabi’ah.” Beliau bersabda: “Kenapakah seorang dari kalian membunuh saudaranya? Seharusnya apabila seorang dari kalian melihat sesuatu pada diri saudaranya yang menakjubkan, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya.” Kemudian beliau meminta air, lalu menyuruh Amir untuk berwudhu, Amir mencuci wajahnya, kedua tangannya sampai ke siku, dua lututnya dan bagian dalam sarungnya. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menyiramkan (bekas air wudhunya) kepada Sahl.” Berkata Sufyan, berkata Ma’mar dari Az-Zuhri: Beliau memerintahkannya untuk menyiramkan air dari arah belakangnya.”...
Belajar Ruqyah
Belajar Ruqyah

Previous
Next Post »

Komentar anda akan di moderasi dulu oleh admin, terima kasih.
EmoticonEmoticon