Toko Belajar Ruqyah, menyediakan berbagai kebutuhan ruqyah syar'iyah, seperti cd, vcd dan buku-buku panduan ruqyah, serta herbal-herbal terapi ruqyah. Info klik disini. Join http://telegram.me/belajarruqyahcom

Meruqyah Pemuda Putus Cinta yang Pergi ke Dukun


Oleh : Abu Sholeh

Beberapa waktu lalu saya pernah makan disebuah rumah makan di depan Markaz PRC yang baru ini. Saat makan itu mata saya tertuju kesebuah kaligrafi yang tergantung di dekat meja kasirnya. Saya perhatikan ada rajah di dalam segitiga bergaris. Sudah bisa dipastikan ini adalah jimat yang disamarkan dengan ayat-ayat suci di atasnya. Ada beberapa pasien waktu meruqyah ke rumahnya, saya menemukan kaligrafi jimat serupa dan saya suruh copot dari dinding rumah mereka.

Entah kenapa, saat itu saya tidak berani memberitahu pemilik warung kalau kaligrafi ini adalah jimat. Ditambah suasana siang itu sedang ramai pengunjung. Saya akhirnya membiarkan saja kemungkaran itu meski ada rasa berdosa dan bersalah karena diamnya saya atas kemungkaran didepan mata saya.

Qadarullah hari ini ba'da Ashar, di saat saya masih duduk berzikir, Si Bapak pemilik rumah makan mendekati dan menyalami saya. Lalu beliau langsung bercerita tentang anak laki-lakinya yang telah keluar jalur. Semenjak putus cinta dari pacarnya dia jadi uring-uringan bahkan dia mengaku telah pergi ke dukun, dimandikan dan dimantra-mantrai. Tujuannya, agar pacarnya kembali padanya lagi.

Kemudian bapak ini meminta tolong agar saya meruqyah anaknya, karena beliau tahu itu adalah kesyirikan. Setelah saya sanggupi dan suruh agar membawa anaknya ke PRC, akhirnya kesempatan untuk memberitahu tentang jimat diwarungnya kesampaian.

"Pak, kaligrafi yang terpajang di dinding dekat meja kasir bapak itu jimat pak.., sebaiknya dicopotdan dibuang saja."
Beliau langsung kaget mendengarnya.
"Saya tidak tahu ustadz, saya beli sama orang-orang jawa yang lewat waktu itu. Saya kirain, itu kaligrafi, makanya saya beli dan pajang di dinding warung saya. Insya Allah nanti akan segera saya copot."

Masya Allah walhamdulillah Allahu akbar. Terkadang kita mesti bersabar dan melihat momen yang pas, agar dakwah kita, nasehat kita, nahi mungkar kita bisa diterima oleh orang yang kita dakwahi. Mungkin seandainya waktu itu langsung saya dakwahi, bisa saja berkemungkinan dia akan menolak keras meski dia tahu kesalahannya. Ya, karena momennya yang belum tepat. Walhamdulillah.

Tim Belajar Ruqyah
www.belajarruqyah.blogspot.com
www.facebook.com/belajarruqyah
Belajar Ruqyah
Belajar Ruqyah

Previous
Next Post »

Komentar anda akan di moderasi dulu oleh admin, terima kasih.
EmoticonEmoticon